Filosofi Internet

 

Internet bukanlah objek kasat mata yang dapat anda pegang dan rasakan. Internet merupakan entitas organik kooperatif, bentuk digital pengalaman manusia, yang mampu menampung dan melayani berbagai bentuk informasi dan kepentingan. Di sana juga ada tempat yang memuat informasi melimpah untuk anda baca dengan teliti. Pengetahuan adalah kekuasaan – itulah sebabnya internet melantunkan mantra-mantra yang begitu memabukkan. Internet merupakan lapisan kompleksitas teknologi dan jasa yang perlahan-lahan bergabung membentuk sesuatu yang dapat dinikmati oleh semua orang. Budaya internet ditandai oleh keterbukaan dan ketiadaan tekanan. Dia merupakan struktur tak bertepi, pragmatis, bebas dan tak mungkin dibatasi.selengkapnya…

Terkadang cukup sulit mencermati pentingnya internet bagi kita. Bagaimanapun juga, dia hanyalah himpunan komputer dan kabel-kabel, hanyalah cara baru untuk mencari informasi… . Tapi masih ada hal-hal lainnya. Internet menyangkut orang-orang – abstraksi dari keinginan mereka yang tidak berkaitan dengan diri mereka pada dunia fisik. Kemajuan dan perkembangannya terletak pada para penggunanya. Kekuatannya tergantung bagaimana orang memanfaatkannya dan orang mengarahkan perkembagnan internet dengan segala cara.

Apa yang ada lakukan dan katakan di internet akan mendapat tanggapan dari satu tempat, entah dengan cara apa. Beragam komunitas maya (virtual communitiy) dapat tercipta. Melalui proses tertentu, komunikasi seperti ini akan menciptakan suatu struktur sosial yang baru, yang berada di atas struktur sosial yang lain yang lebih dahulu tercipta. Lapisan yang baru ini, seperti lapisan lainnya ditentukan oleh apa yang berlangsung sebelumnya. Tetapi internet adalah khas karena tidak tergantung pada apa yang terjadi sebelumnya. Ini berarti kita mampu merekayasa lingkungan untuk alih informasi dan pengetahuan yang tidak terbebani oleh masa lalu, tanpa tanggung jawab dan batasan.

Internet dan penggunanya sangat bersifat pribadi. Artinya orang-orang dapat memilih budaya dan konsep pilihan merak tanpa kewajiban dan paksaan. Muncullah alam yang tidak dilingkupi oelh batasan geografis atau kebutuhan akan perlindungan. Kita tidak harus berada dalam struktur yang sama. Internet adalah abstrak, tidak ada batasan geografis di sana. Pengguna internet berkelompok berdasarkan kesamaan minat dan keinginan. Di internet, tiap individu berhak berkuasa. Sesuatu bisa saja ada jika individu-individu menginginkannya. Kewarganegaraan yang ditentukan brdasarkan kepentingan dan komitmen bersama, alih-alih oleh berlandaskan hukum, mungkin saja muncul di internet.

Tetapi, jka tidak ada kendali dari luar, apa dampaknya pada masyarakat tersebut? Kekacauan? Kebebasan? Kekuasaan untuk menciptakan negeri impian (utopia)? Sistem hukum, politik, dan sosial yang sempurna???

Ada hal vital yang tidak dapat dilakukan oleh internet, yaitu memproduksi. Ketika anda sebagai “individu yang berkuasa” duduk di depan layar komputer, dapatkah anda memproduksi makanan yang dibutuhkan baik oleh anda sendiri maupun lingkungan sekitar? Siapakah yang memasok air, listrik dan sekian banyak alat-alat beserta layanan yang anda perlukan untuk mencari nafkah? Pemuja internet kerap kali lupa bahwa masyarakat sesungguhnya tidak muncul begitu saja, seperti alam, tapi dihasilkan. Budaya, masyarakat, dan negara bukan hanya hasil dari sejarah, tapi merupakan hasil produksi yang melibatkan tak terbilang banyaknya manusia yang bekerja dalam skala raksasa.

Mungkin ini akan membantu utopia atau distopia, akan tetapi apakah kita akan begitu saja menghilangkan pemerintahan pusat? Apakah kita menghendaki kekuasaan aygn bertumpu pada kelompok minat tertentu? Apakah kita menghendaki individu yang berkuasa penuh? Bila kita setuju, dapatkah kita menghadapi apa-apa yang mungkin akan terjadi???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: