Pengancam Dunia Internet

Washington, Kamis

Beberapa server yang mengatur lalu lintas internet global mulai mendapat serangan denial of service (DoS).

Jenis serangan baru dikhawatirkan dapat melumpuhkan jaringan internet karena mulai menyerang komputer-komputer server yang mengatur lalu lintas trafik internet dunia. Para ahli kemanan menyebutnya dengan teknik denial of service (DoS) terdistribusi.

Jenis serangan yang terdeteksi sekitar akhir tahun lalu mengarahkan data-data yang tidak diperlukan dalam jumlah besar ke beberapa komputer korbannya. Bahkan, serangan ini seringkali tidak dapat diatasi oleh teknologi yang masih dipakai komputer-komputer milik perusahaan besar saat ini.

Dalam sebuah kasus yang diamati, penyerang mengambil alih kendali sebuah server internet di Amerika Selatan dan dengan leluasa menghapus layanan di dalamnya. Server tersebut adalah salah satu pusat pengendalian lalu lintas internet di seluruh dunia. Penyerang kemudian mengirimkan permintaan-permintaan palsu untuk dapat memasuki komputer-komputer lainnya.

Para ahli melacak sekitar 1.500 serangan yang umumnya sampai melumpuhkan website-website komersial, para penyedia layanan sambungan internet, dan perusahaan penyedia infrastruktur internet selama berminggu-minggu. Serangan ini umumnya menargetkan para pengguna internet yang tidak menyadari penyebarannya.

Ken Silva, kepala sistem keamanan VeriSign Inc. membandingkan besarnya serangan dengan kasus serupa pada Oktober 2002. Pada saat itu, 13 komputer root server yang mengatur lalu lintas internet terganggu karena serangan ini. VeriSign mengoperasikan dua dari 13 komputer root server, namun tidak satupun yang terkena serangan.

“Dilihat dari kekuatannya, serangan kali ini lebih besar daripada yang kami lihat pada 2002,” kata Silva. menurutnya, serangan yang dilakukan di awal 2006 hanya memanfaatkan sekitar enam persen dari sekitar satu juta server di internet dunia untuk melakukan serangan massal.

Selain itu, beberapa serangan memiliki kemampuan hingga 8 gigabit perdetik. Hal tersebut menunjukkan betapa hebatnya serangan yang mengancam di internet. “Ibarat badai Katrina di internet,” kata Silva.

Tim Penanggulangan Darurat Komputer AS bekerja sama dengan Departemen Keamanan Nasional mengingatkan para insinyur jaringan pada Desember 2005 untuk mengatur servernya dengan baik agar tidak dimanfaatkan para hacker untuk memperbesar serangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: