Strategi Jitu Kuliah di Luar Negeri

MENCARI ilmu pengetahuan merupakan titah hidup manusia. Tanpa pencarian ilmu, sungguh, manusia kehilangan saripati hidup yang melekat dalam jatidiri kemanusiaan. Dengan ilmu manusia bisa menjelajah cakrawala dan melampaui ruang dan waktu. Jalaluddin al-Suyuti melihat para ahli ilmu akan hidup selamanya, walaupun tulang rusuknya hancur di bawah tanah. Ilmu selalu hidup dan memberikan kehidupan bagi ahlinya.
Karena tingginya derajat ilmu, tak salah kalau dalam mencari ilmu tak hanya cukup dengan satu daerah saja. Kisah sukses ilmuan zaman keemasan mengabarkan bahwa para ilmuan menggali ilmu dari berbagai lintasan peradaban dunia. Satu daerah usai dikuasai, pindahlah kemudian di daerah gudang ilmu berikutnya. Para ilmuan masa silam begitu haus ihwal ilmu, sehingga selalu pergi menjangkau daerah mana pun yang terdapat lumbung pengetahuan.
Demikian juga yang merasuki kaum muda pemikir Indonesia. Belajar di Tanah Air merupakan kebanggaan, tetapi belum sempurna kalau belum pergi ke luar negeri. Bisa kuliah di luar negeri menjanjikan pengalaman baru yang penuh pesona. Apalagi kuliah di luar negeri bisa gratis, pastilah menjadi incaran setiap orang. Kuliah gratis tersebut bukanlah omong kosong, tetapi sangat mungkin bisa digapai dengan kiat-kiat khusus yang terdapat dalam buku ini.
Kerap kita gagap menghadapi beragam persyaratan kuliah ke luar negeri, karena kita sebelumnya tidak paham dengan harapan kampus luar negeri ihwal kualitas mahasiswa yang dididiknya. Pertimbangan kualitas itulah yang kerap menjadikan banyak syarat harus dipenuhi para pelamar beasiswa. Buku ini menjawab kebingungan tersebut. Bahkan menjawab beragam persoalan teknis yang berkaitan dengan kuliah di luar negeri.
Selain itu, buku ini juga memberikan panduan taktis agar pelamar beasiswa tidak kesulitan mengakses data, informasi, dan persiapan apa saja yang harus diusahakan.
Dalam pengantar menuju kiat-kiat teknis, penulis memberikan “alarm” dan imbauan bagi pembaca ihwal kuliah di luar negeri bukanlah mimpi. Kuliah di luar negeri, bagi penulis, merupakan kenyataan di depan nyata yang sangat mungkin dijalani. Beragam persyaratan sangat mudah dilalui dengan ketekunan dan keteguhan hati.
Kalau hati sudah jatuh cinta dengan kuliah di luar negeri, maka jalan menuju kampus luar negeri pastilah sangat mudah dilalui. Beragam kendala sebenarnya hanyalah “pengantar” menuju pertarungan sejati yang akan dijalani ketika belajar. Tanpa kendala tersebut, justru tidak membuat mahasiswa tegar dan tegas menentukan pilihan.

Strategi
Strategi paling jitu yang harus disiapkan adalah kecakapan dalam berbahasa. Tak lain, bahasa yang harus didalami serius adalah bahasa Inggris. Kecakapan berbahasa Inggris merupakan syarat mutlak yang harus dilalui dengan baik. Tanpa bahasa yang cakap, sulit rasanya pelamar bisa meneruskan ke jenjang berikut. Bahasa Inggris menjadi kata kunci dalam menggapai target yang diinginkan. Jangan sampai terlena dengan kemampuan berbahasa, karena bisa membuat gugur di tengah perjalanan.
Kemampuan berbahasa Inggris ini yang masih menjadi kendala masyarakat Indonesia menggapai beasiswa. Bagi penulis, perlu pertobatan berbahasa. Jangan sampai masih “kaku” belajar bahasa. Tobat berbahasa bisa menjadi “jembatan emas”  -meminjam istilah Bung Karno- yang mengantarkan kita menuju singgasana pengetahuan. Tobat berhasa semakin membuat mahasiswa percaya diri dalam menghadapi beragam manusia yang penuh warna. Tobat berbahasa merupakan tobat akademik, sehingga kajian akademik bisa diselami dengan baik dan sistematis.
Setelah bertobat secara akademik, kita akan memahami dengan baik beragam persyaratan yang ditetapkan oleh sebuah kampus. Kalau dilihat dengan jeli, setelah melakukan pertobatan akademik, syarat-syarat yang dikemukakan berbagai kampus luar negeri sebenarnya tidaklah rumit. Birokrasi kampus di luar negeri terbilang mudah, yang sulit hanyalah sekitar mengurus paspor, visa dan kebutuhan teknis lainnya. Kampus luar negeri sebenarnya simpel secara birokrasi, sehingga mudah mengurusnya serta tidak bertele-tele redaksi birokrasinya.
Selain bahasa, yang tidak kalah penting dalam beasiswa adalah kemampuan mengetahui kebudayaan negera yang dituju. Dengan mengerti kebudayaan Jepang, misalnya, pertanyaan yang diajukan ihwal patriotisme pastilah tak bisa lepas dari yang namanya samurai. Samurai menjadi legitimasi kultural Jepang untuk mendongkrak semangat perjuangan membela tanah air. Kalau kita paham dengan itu semua, pastilah mudah kita memahami budaya Jepang serta pertanyaan dari Jepang. Mudahlah kemudian jalan ke depan yang bisa dilalui.
Buku ini semakin menarik, karena penulis memberikan kategori yang mudah dimengerti dengan berbagai negara. Penulis menjabarkan beragam hal-ihwal yang di Amerika, Eropa, Australia, Timur Tengah dan Jepang. Negara-negara ini dijabarkan dengan apik oleh penulis, sehingga memberikan gambaran menarik yang bisa dijadikan pertimbangan para pelamar beasiswa. Daerah-daerah tersebut menyimpan lumbung pengetahuan yang melimpah, sehingga rugilah kalau melewatkan belajar di sana. Terlebih di era global saat ini, belajar di luar negeri merupakan keniscayaan.
Berkas-berkas khusus, alamat kantor duta besar, alamat kampus, dan jaringan alumni juga dilampirkan dalam buku ini. Semua itu agar pembaca semakin nyaman dan terbakar emosinya untuk belajar di negeri lain.

Mau kemana sehabis lulus SMA ya? Pertanyaan ini pasti muncul setelah kamu menerima berita kelulusan. Ya, kita nggak bisa memungkiri kalau masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan, tapi kenyataannya masih banyak hal yang harus kita jalani. Oke, ada beberapa pilihan untuk melanjutkan perjalanan kamu setelah lulus SMA. Kamu memilih mau langsung mencari kerja, Kuliah, atau bahkan menikah? Nah, buat yang mau melanjutkan ke jenjang perkuliahan, kamu perlu  memperhatikan dalam memilih jurusan kuliah. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan dalam memilih jurusan kuliah, jangan sampai salah jurusan karena itu adalah kerugian buat kamu di  masa depan. Terus gimana sih cara memilih jurusan di Universitas yang baik? Yuk kita simak..

Jurus Jitu Memilih Jurusan Kuliah

  1. Pilihlah Sesuai Bakat, Minat dan Cita-Cita
    Buat yang sudah mantab dengan cita-cita kamu inginkan, maka lihatlah jurusan apa yang pas dan cocok dengan cita-cita kamu sehingga akan membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan. Jangan sampai salah memilih lho, misalnya kamu ingin jadi dokter tapi kamu masuk ke jurusan desain grafis. Wuih, itu sudah salah besar ya! He-he-he. Terus kalau kamu nggak suka sama yang namanya hitung-hitungan hindari mengambil jurusan matematika dan jika nggak bakat menggambar jangan mengambil jurusan arsitek. Pokoknya sesuaikan dengan Bakat, Minat dan Cita-Cita kamu, kawan remaja.
  2. Realistis Ya..
    Yup,  setelah memilih sesuai bakat, minat dan cita-cita, yang selanjutnya kamu harus berpikir realistis, jangan terlalu idealis ya. Pilihlah jurusan yang banyak dicari dan diminati di dunia pekerjaan.
  3. Informasi
    Berburulah informasi sebanyak mungkin untuk bahan pertimbangan kamu pada saat memilih jurusan. Selain berkonsultasi dengan orang tua, kamu jangan malu ya untuk bertanya sama saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa dll. Eits, yang paling penting kamu jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau bahkan hanya ikut-ikutan teman saja. Oya, internet juga media yang pas untuk mencari informasi tentang jurusan perkuliah lho.
  4. Daya Tampung Jurusan
    Yang satu ini nggak boleh dilupakan ya kawan. Kamu juga harus memperhatikan daya tampung  jurusan di universitas yang kamu minati. Siapkan banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya ya.
Nah, kawan remaja jangan sampai salah pilih jurusan kuliah ya…

About Doellhae

Happy people is not a great man in every way, but one that can find simple things in life and give thanks diligent. :) ( Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal yang sederhana dalam hidupnya dan rajin mengucap syukur ). :)

Posted on 3 Maret 2012, in +_+ D Hati Willda +_+. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: